Kalimantan Selatan, kata orang banua kita atau daerah kita di kalimantan selatan adalah salah satu daerah yang kaya raya, kalau di tinjau dari SDA seperti benar adanya namun jika kita lihat dari SDM mungkin ada yang meragukan, kebetulan kita sendiri adalah putra banua asli asal kandangan karena itu wajar jika kemudian saya pribadi sedikit membuat opini bagai mana menghadapi pilkada yang akan datang, haha entah bagai mana ceritanya saya sendiri kurang tahu histori profil calon-calon pemimpin banua [ Kalsel ].

Harapan boleh menjulang tinggi dan apapun yang saya tulis hanya sekedar opini pribadi yang jika ada di antara tim sokses dari semua calon kandidat gubernur kalimantan selatan sudilah menyampaikan salam hangat dari saya seorang blogger banua, hehe ....
Banua kita dalam tanda kutip adalah daerah yang kaya raya dan memang di penuhi kekayaan alam,flora dan fauna dan kekayaan alam lainnya seperti tempat-tempat wisata dll lagi yang sangat banyak bahkan hingga budaya lokal, namun satu hal yang saya sayangkan semuanya seolah bungkam dalam kata arti banua tetap saja seolah daerah yang tidak memiliki nama lebih di luar sana, orang banyak mengenal kalimantan dengan kekayaan alamnya yakni batu bara namun kehidupan sisi lainnya seolah terkubur dalam sangkar.


Jika di banding daerah timur kalimantan seperti samarinda dan balikpapam maka daerah kalsel dan kota-kotanya tidak lah terlalu muncir di kenal orang, jika ada pun mungkin martapura sebagai kota intan dan kota santri yang paling di kenal orang itupun jika di bandingkan dengan kota selevel samarinda saja masih kalah kepepoliran nya di mata orang-orang di luar sana, entah mungkin karena orang kita kurang mempromosikan atau memang tidak ada yang bisa di promosikan atau bagai mana ? yang kita tahu kota-kota di banua adalah kota penuh dengan daya jual yang cukup baik, orang banua pun dalam hal ini orang banjar tidak sedikitt yang melintang buana di negri orang seperti malaysia atau lainnya. Dari segi bahasa misalnya bahasa banua itu sendiri seolah merajai di berbagai daerah di kalimantan karena itu sebenarnya kalsel dalam tanda kutip seharusnya mampu jadi mercu suar pulau kalimantan secara umum.

Harapan Saya :
Kalimantan selatan secara khusus harus mampu bangkir sejajar dengan daerah lain dalam segala aspek dan jangan mau di terbelakangkan oleh orang lain, dalam hal infrastruktur misalkan banua sebenarnya harus beranilah lebih tegas menuntut hak pada pemerintah pusat, jangan sampai kekayaan alam terus di kuras namun perbaikkan dan pembangunan sangat minim, orang banua juga harus berani tampil lebih dan pemerintah harusnya memfasilitasi semua itu, kita orang banua jangan sampai di katakan orang luar sana sebagai masyarakat tertinggal karena itu pemempin yang akan datang sejatinya harus lebih peduli meningkatkan daya saing masyarakat banua secara kesulurahan.
Orang banua [ Kalsel ] secara umum masih terjaga dalam segi budaya, masyarakat banua seperti kita ketahui masih memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal, semangat gotong royong dan saling peduli dengan sesama warga banua juga saangat kuat, dan hendaknya itu terus di genjot jangan sampai budaya masyarakat juga ikut terlindas kemajuan jaman walau banua menjadi daerah yang berkembang, dan saya yakin pemerintah bisa sebenarnya mengembangkan masyarakat banua tanpa mengabaikan nilai-nilai kearifan tersebut.

Misal dan perumpama lainnya pemerintah harus bisa menjaga alam banua yang bersahaja dan asri, karena keada'an alam sekitar adalah gambaran bagai mana penduduk sekitar, jangan sampai bagunan komersal terus di bangun sementara alam di abaikan, kesoksesan sebuah daerah tidak hanya di ukur dari banyaknya deretan gedung tinggi seperti kota-kota besar di pulau jawa sana, aji mumpung daerah kita belum tercemar maka seyogiyanya pembangunan ramah lingkungan harus di galakkan, pembangunan gedung-gedung komersial harus di tata agar tidak berbenturan dengan keasrian lokal kita, kita bandingkan betapa panasnya kota jakarta dengan masyarakatnya yang berjebol dengan kandangan dan kota-kota yang ada di banua yang adem ayem dengan masyarakat lokal yang ramah, bangunan-bangunan masyarakat pun harus di tata sedini mungkin agar tertata rapi, cuba kita lihat kota-kota besar pemerintah dengan paksa mengususr perumahan rakyat untuk menata kota, kita tidak ingin bukan kota-kota tercinta kita suatu saat mengalami hal yang sama.

Perumahan masyarakat harus di tata juga sedini mungkin, jangan sampai invistor asal bangun tanpa memperhatikan kedepannya, peluasan kota memang harus di fikirkan, pembangunan pusat-pusat perekonomian harus di pertimbangkan dengan matang karena tatanan sebuah masyarakat lebih di utamakan ketimbang tatanan bangunan kota.

Dan yang terakhir soal perokonomian masyarakat harus menjadi PR penting calon pemimpin banua, pemerintah harus memikirkan perekonomian yang berkelanjutan buat masyarakat kita, jangan hanya melihat perekonomian sesa'at yang ada pada masyarakat, contoh pertambangan yang saat ini mungkin banyak membantu perekonomian segelintir masyarakat namun apakah bisa bertahan, karena kita pasti paham betul kekaya'an alam yang selama ini kita kuras suatu hari nanti akan buntung dan habis lalu bagai mana lagi masyarakat dan pemerintah menghidupi diri, wajar jika pemerintah memikir untuk menciptakan lapangan kerja lokal yang bisa terus di kembangkan semisal UKM dll, masyarakat kita terus bertambah loh karena itu lapangan kerja juga harusnya bertambah, jangan sampai sektur UKM terus di kuasai orang luar daerah.