Jangan nasihati aku soal agama bukan saya yang bilang karena itu hanya judul sebuah opini yang akan saya tulis di postingan kali ini, lebih baik kita perhatikan kesekeliling kita bahwa fakta banyak sekali akun-akun, entah itu akun hantu [ anonim ] yang seolah menulak banget soal peringatan-peringatan bersifat agama, haha mungkin karena sombong atau bagai mana saya juga tidak tahu, saya sering membaca ada saja sejumlah halaman blog atau sejenisnya misalnya memaparkan agar para kaum hawa menutup aurat atau tepatnya membagikan foto-foto yang tidak membuka aurat di media sosial, dengan panjang lebar sang penulis biasanya menjelaskan berbagai dalil atau apapun, terlepas benar atau salah dalil yang di kutipnya isi dari postingan tersebut memang mengajak kepada kebaikkan yang di anjurkan oleh agama.

Tapi yang mengejutkan adalah tanggapan dari komentator untuk itu, saya paling bingung kalau ada yang bilang " Ahh mending bercermin min sebelum menasihati orang,jangan munafiq" atau mungkin sejenisnya, atau misalnya ada yang bilang "ah itu urusan orang ngapain seh ngurusin,mending urusin diri sendiri" atau " dosa kita masing-masing ajah ".
Lucu juga yah ... saat seseorang yang memberi peringatan yang baik dalam agama mereka menjawab " Jangan Nasihati Saya Tentang Agama " atau mencap orang yang memberi peringatan seolah-olah adalah orang munafiq, lucu karena kebodohan selalu di piara, apalagi dong namanya biar lebih sopan buat orang yang mencaci maki, sinis, atau apapun namanya jika ada yang memberikan peringatan dan nasihat


Apa seh sulitnya diam
Apa sulitnya diam kalau misalnya kita belum bisa melaksanakan ajaran agama, apa cuba sulitnya ? ...hal tersebut sebenarnya adalah balikan dari pernyata'an " Ngapain ngurusin urusan orang " kalau mereka konsisten dengan pernyata'an tersebut harusnya bisa dong hal ini di terapkan, kalau misalkan mereka menolak nasihat tersebut ya untuk apa cuba komentar ngatain orang yang memberi nasihat munafiq atau sejenisnya, secara dasar saling mengingatkan dalam kebaikkan adalah anjuran agama, kalau mau di terima oleh orang yang menerima peringatan ya syukur alhamdulillah, kalau tidak ya tidak masalah.

Jangan Menutup Mata Kita dan Mata Orang Lain
Saya beranggapan, oke lah kalian/kita menolak nasihat tersebut atas dasar pertimbangan pribadi, tapi pantas tidak jika kita juga menutup mata orang lain, jika kita melakukan sebuah kesalahan maka seharusnya kita mengatakan memang itu salah dan berharap orang lain jangan mengikuti kesalahan kita, itu baru sikap yang kesatria mau mengakui kesalahan diri, kesalahan terbesar dari semua kesalahan adalah buta dan membutakan orang lain dari rasa salah itu sendiri, seorang pria zholim akan menjadi baik jika dia mengakui kezholiman nya adalah sebuah kesalahan namun akan terus menjadi zholim kalau seseorang tersebut tidak mau mengakui bahwa itu salah, begitu juga misalnya wanita pezina atau PSK yang menjual diri untuk lelaki mata keranjang bisa saja dia akan menjadi baik kalau misalnya dia mau mengakui bahwa apa yang dia lakukan adalah salah, dan harus di hindari walau dia sendiri saat itu belum bisa melaksanakan nya, jangan sampai mencari-cari pembenaran atas sebuah kesalahan tersebut karena itu hanya akan membuat dirinya terus terdampar dalam ke salahan tersebut, dan yang lebih salah lagi bisa memngajak orang pada kesalahan tersebut yang pada akhirnya sesat dan menyesatkan orang lain, karena itu bijaklah kawan dalam berkomentar.