Hari gini masih bicara peradaban, okelah ..Selamat malam sahabat Kang Ais yang cakep-cakep dan cantik kalau ceweknya, kita balik lagi bahas sebuah opini, sorry kalau saya mulai dengan mengucap selamat malam hal itu karena saya menulis postingan ini di malam hari, kalian tahu bukan bahwa sa'at ini manusia berada di sebuah titik peradaban yang sangat maju, perkembangannya pun sangat cepat, contohnya negri kita tercinta indonesia ini yang kurang lebih seabad merdeka, cuba kalian keluar rumah dan lihat sekeliling kita " Menakjubkan " bahkan komputer yang saya gunakan padahal beberapa hari kemarin baru versi 8.1 pro eh hari ini windows 10 pro hahaha contohnya terlalu memaksa yah, tapi yang saya maksud betapa cepatnya peradaban kita berkembang seperti sekarang, padahal indonesia seolah baru kemarin sore masih keraja'an yang masih bisa di adu domba penjajah bahkan hingga berabad-abad lamanya selalu di landai peperangan melawan menjajah, sekarang sudah menjelma menjadi NKRI ciyat Nasionalisme banget nulis NKRI pakai huruf kapital semua. Yah mungkin peradaban manusia seolah pada satu titik teratas sa'at ini tapi jangan buru-buru bangga dulu soalnya sudah tahu belum bahwa sejarah mencatat sebuah peradaban manusia akan hancur di mulai dari pemimpin-peminpin nya yang zholim, mementingkan perutnya bukan rakyatnya lagi, menghalalkan segala cara untuk terus memopok kekuasa'an bahkan kalau misalnya harus menjual rakyatnya sendiri maka itu bisa saja mereka lakukan. Nauzdu billah.
Kalau kita berbicara banyak peradaban dunia yang sejati berada di puncak teratas dari sebuah peradaban di abad tersebut, maka juga akan kita lihat fakta bahwa peradaban manusia silih berganti, hilang nya satu peradaban lama akan tergantikan dengan peradaban baru dan itu akan di mulai dari titik di mana kezholiman dari penguasa-penguasanya sehingga melahirkan peradaban baru yang berontak dengan keada'an peradaban tersebut. Peradaban yunani kuno hanyur dengan kezholiman pengusa abad itu di mana perbudakan merajalela, peradaban arab kuno hancur karena kezholiman yang terjadi saat itu, hancurnya peradaban lama biasa di iringi lahirnya peradaban baru yang akan memulai dari awal sebuah peradaban yang baik di era tersebut dan seiring waktu akan kembali rusak dan hancur di ganti dengan peradaban baru lagi, begitulah dunia berputar dengan semua peradaban-peradaban nya.
Era peradaban keraja'an yang dahulu memakmurkan rakyat nusantara telah berlalu, sekarang kita melihat indonesia modern dengan tatanan negara kesatuan, selama kurang lebih seabad negara ini bertahan dengan peradaban sekarang namun akan kah bertahan ? atau sejarah hancurnya peradaban akan terulang, kita akan melihat bagai mana sejatinya pemimpin-pemimpin kita di negara ini, masihkah mementingkan rakyatnya atau hanya segelintir saja, faktanya korupsi, manipulasi dll secara rahasia umum terus berlanjut di antara elit-elit negara, kesenjangan ekonomi bangsa dan deskriminasi suku dan daerah masih terlihat jelas, papua atau kalimantan yang sejatinya sumber SDA di negri ini justru di seolah di anak tirikan, mampukah bangsa indonesia lebih lama bertahan dengan peradaban modern yang di bangunnya, kitalah yang menentukan.
Hancurnya peradaban sebuah bangsa di mulai dari titik penguasa yang zholimi dan penguasa di negri ini rakyatlah yang menentukan, karena itulah peradaban bangsa indonesia di tentukan oleh sikap rakyatnya sendiri, mampukan sebuah rakyat di negri ini melahirkan pemimpin yang amanah,bijak, dan mementingkan rakyatnya. Selama ini kita terkesan berharap tampilnya pemimpin idaman rakyat, berharap ada sosok pemimpin yang mampu membawa rakyat dalam perubahan yang lebih baik namun sadarkah pemimpin yang baik itu lahir dari rakyatnya yang baik pula, seorang pemimpin di sebuah bangsa adalah gambaran dari kebanyakan rakyat dari bangsa tersebut, rakyat jahiliyah akan melahirkan pemimpin-pemimpin jahiliyah pula namun rakyat yang baik sudah pasti melahirkan pemimpin yang baik, kita putar waktu sebelum bangsa ini merdeka rakyat di penuhi jiwa kesatria, jiwa pejuang yang tidak mau tunduk dengan penjajah maka wajar jika melahirkan pemimpin yang punya jiwa juang untuk bangsa, Bung Tomo, Ki hajar diwantara, Bung Karno dll adalah sosok gambaran dari jiwa rakyatnya saat itu, Bagai mana dengan sekarang ?
Kalau kita berbicara banyak peradaban dunia yang sejati berada di puncak teratas dari sebuah peradaban di abad tersebut, maka juga akan kita lihat fakta bahwa peradaban manusia silih berganti, hilang nya satu peradaban lama akan tergantikan dengan peradaban baru dan itu akan di mulai dari titik di mana kezholiman dari penguasa-penguasanya sehingga melahirkan peradaban baru yang berontak dengan keada'an peradaban tersebut. Peradaban yunani kuno hanyur dengan kezholiman pengusa abad itu di mana perbudakan merajalela, peradaban arab kuno hancur karena kezholiman yang terjadi saat itu, hancurnya peradaban lama biasa di iringi lahirnya peradaban baru yang akan memulai dari awal sebuah peradaban yang baik di era tersebut dan seiring waktu akan kembali rusak dan hancur di ganti dengan peradaban baru lagi, begitulah dunia berputar dengan semua peradaban-peradaban nya.
Era peradaban keraja'an yang dahulu memakmurkan rakyat nusantara telah berlalu, sekarang kita melihat indonesia modern dengan tatanan negara kesatuan, selama kurang lebih seabad negara ini bertahan dengan peradaban sekarang namun akan kah bertahan ? atau sejarah hancurnya peradaban akan terulang, kita akan melihat bagai mana sejatinya pemimpin-pemimpin kita di negara ini, masihkah mementingkan rakyatnya atau hanya segelintir saja, faktanya korupsi, manipulasi dll secara rahasia umum terus berlanjut di antara elit-elit negara, kesenjangan ekonomi bangsa dan deskriminasi suku dan daerah masih terlihat jelas, papua atau kalimantan yang sejatinya sumber SDA di negri ini justru di seolah di anak tirikan, mampukah bangsa indonesia lebih lama bertahan dengan peradaban modern yang di bangunnya, kitalah yang menentukan.
Hancurnya peradaban sebuah bangsa di mulai dari titik penguasa yang zholimi dan penguasa di negri ini rakyatlah yang menentukan, karena itulah peradaban bangsa indonesia di tentukan oleh sikap rakyatnya sendiri, mampukan sebuah rakyat di negri ini melahirkan pemimpin yang amanah,bijak, dan mementingkan rakyatnya. Selama ini kita terkesan berharap tampilnya pemimpin idaman rakyat, berharap ada sosok pemimpin yang mampu membawa rakyat dalam perubahan yang lebih baik namun sadarkah pemimpin yang baik itu lahir dari rakyatnya yang baik pula, seorang pemimpin di sebuah bangsa adalah gambaran dari kebanyakan rakyat dari bangsa tersebut, rakyat jahiliyah akan melahirkan pemimpin-pemimpin jahiliyah pula namun rakyat yang baik sudah pasti melahirkan pemimpin yang baik, kita putar waktu sebelum bangsa ini merdeka rakyat di penuhi jiwa kesatria, jiwa pejuang yang tidak mau tunduk dengan penjajah maka wajar jika melahirkan pemimpin yang punya jiwa juang untuk bangsa, Bung Tomo, Ki hajar diwantara, Bung Karno dll adalah sosok gambaran dari jiwa rakyatnya saat itu, Bagai mana dengan sekarang ?

Mantap kang, tulisan nya tumben serius ...semoga indonesia tetap makmur ajah kang, amiin
ReplyDeleteHahaha kalau serius seh kagak juga ... cuman cuitan ngaur mbak
Delete