Dollar terus naik memang secara langsung atau tidak akan berdampak pada perekonomian dunia, lalu bagai mana dalam negri ini sendiri. Inilah yang saya tanyakan sebenarnya dan berusaha saya telisik berdasarkan keterbatasan saya, apa yang saya utarakan hanya sebatas catatan pribadi yang bisa salah bisa juga benar karena itu saya meminta maaf kalau misalkan opini saya mungkin sedikit keliru.
Dollar menguat dan rupiah melemah maka hal negatif yang paling terasa sebenarnya adalah mahalnya bahan-bahan yang di import dari luar karena kebanyakan menggunakan mata uang dollar sebagai acuan, yang otomatis akan lebih mahal karena nilai tukar rupiah anjlok, dan mungkin barang-barang pokok tersebut akan terasa dampaknya kalau yang di import tersebut adalah barang-barang yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam negri, melemahnya rupiah juga terasa dampaknya karena Indonesia mempunyai banyak pinjaman luar negri sehingga kalau di hitung berdasarkan mata uang rupiah itu artinya hutang Indonesia naik.
Kemudian bagai mana kita menanggapinya, saya dengan gantel dan rendah hati pasti berharap pemerintah sebisa mungkin mengatasi semua itu, dan hendaknya menjadi pelajaran penting apa yang sudah terjadi tidak terulang lagi, Indonesia pernah mengalami krisis di tahun 98an namun syukurnya hal tersebut masih bisa di lalui dengan baik tapi mungkin kesalahan pendahulu kita tidak di jadikan pelajaran penting buat pemerintahan sekarang sehingga hutang negara dan ketergantungan negara dengan barang-barang import masih saja di lakukan dengan berbagai dalih untuk maju.
Indonesia dengan kekaya'an yang berlimpah ruah sebenarnya mampu berdiri sendiri di kaki sendiri asal pemimpin sekarang tidak keburu nafsu, urusan pangan Indonesia sebenarnya sanggup mencukupi kebutuhan rakyatnya sendiri, begtiu juga urusan sandang dan kebutuhan pokok lainnya untuk rakyat sudah melebihi kebutuhan asal di kelola dengan baik dan benar.
Selama ini kekurangan negri ini terletak pada industri maju lainnya, indonesia banyak belum mampu membuat produksi tertentu sehingga mau tidak mau harus mengimport dari luar, dan pada akhirnya terciptalah ketergantungan pada pihak luar. Kekurangan lain juga adalah di mana masih banyak aset rakyat yang belum sepenuhnya di kelola oleh pemerintah, entah karena alasan apa sehingga banyak aset negara yang seharusnya menjadi kekuatan negara dalam bidang ekonomi justru di kuasai oleh pihak asing dan luar.
Sebagian pihak yang di untungkan dengan melemahnya rupiah adalah para pengexport barang-barang kekaya'an alam indonesia yang notabane adalah orang asing, mereka akan dapat menekan biaya pengeluaran sementara penghasilan tetap menguntungkan jika di dollar kan, memang para pengusaha pengexport mungkin adalah pihak-pihak yang di untungkan dengan menguatnya dollar entah pengusaha dalam negri atau luar negri, sayangnya barang-barang hasil produksi dalam negri masih belum mampu bersaing di luar sana sebagiannya. Jika sebagai negara pengimport maka indonesia akan mengalami keanjlokkan dalam ekonomi maka lainnya cerita seandainya indonesia sebagai negara pengexport hasil produksi mungkin akan menjadi negara yang di untungkan.
Pengusaha Lokal bisa jadi salah satu pihak yang akan di untungkan dalam hal ini, dollar malambung tinggi biaya import daging naik dan alhasil harga daging naik maka lain ceritanya bagi peternak lokal yang mungkin awalnya tidak di pandang dengan kedua mata oleh pemerintah, mereka panin karena otomatis harga daging lokal juga bisa naik bahkan bisa saja menjadi tuan di negri sendiri jika pemerintah sedikit menekan import dari luar, begitu juga petani lokal dengan beras lokal secara otomatis terus naik hanya saja masyarakat yang di luar itu akan mengalami peciklik, nasib PNS bagai mana yang menerima gajih pemerintah sementara keuangan pemerintah banyak tersedut yang lainnya akiat inflasi rupiah, mereka harus membeli dengan harga yang woowww semua kebutuhan hidup.
Catatan Kang Ais
Segelentir orang yang tidak merasakan dampak melemahnya rupiah adalah masyarakat pinggiran negri indonesia ini, semua barang import di pastikan naik namun tidak berlaku bagi rakyat di daerah-daerah bukan harga tidak naik namun karena barang-barang import tersebut tidak sampai ke daerah-daerah selama ini, apakah daging import juga di perjual belikan di pelosok kalimantan, papua dll jawabnya hampir tidak karena mereka hampir rata-rata masih mengandalkan daging lokal dari kemarin-kemarin, urusan pangan juga begitu mereka hampir rata-rata tidak mengenal beras import karena beras yang beredar di daerah rata-rata adalah beras lokal yang di hasilkan petani setempat. Kebanyakan rakyat di pinggiran negri acuh tak acuh dengan melemahnya rupiah bukan tanpa alasan, hal tersebut di karenakan maju mundur nya perekonomian negri ini hampir tidak begitu di rasakan rakyat pinggiran negri, mereka seperti rakyat auto pilot yang perekonomian nya berputar secara sendiri dan terpisah dari kebijak-kebijakan pemerintah pusat, ya mungkin kampung halaman mereka tidak di penuhi gedung-gedung tinggi ...tapi merekalah rakyat paling mandiri di negri ini.
Dollar menguat dan rupiah melemah maka hal negatif yang paling terasa sebenarnya adalah mahalnya bahan-bahan yang di import dari luar karena kebanyakan menggunakan mata uang dollar sebagai acuan, yang otomatis akan lebih mahal karena nilai tukar rupiah anjlok, dan mungkin barang-barang pokok tersebut akan terasa dampaknya kalau yang di import tersebut adalah barang-barang yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam negri, melemahnya rupiah juga terasa dampaknya karena Indonesia mempunyai banyak pinjaman luar negri sehingga kalau di hitung berdasarkan mata uang rupiah itu artinya hutang Indonesia naik.
Kemudian bagai mana kita menanggapinya, saya dengan gantel dan rendah hati pasti berharap pemerintah sebisa mungkin mengatasi semua itu, dan hendaknya menjadi pelajaran penting apa yang sudah terjadi tidak terulang lagi, Indonesia pernah mengalami krisis di tahun 98an namun syukurnya hal tersebut masih bisa di lalui dengan baik tapi mungkin kesalahan pendahulu kita tidak di jadikan pelajaran penting buat pemerintahan sekarang sehingga hutang negara dan ketergantungan negara dengan barang-barang import masih saja di lakukan dengan berbagai dalih untuk maju.
Indonesia dengan kekaya'an yang berlimpah ruah sebenarnya mampu berdiri sendiri di kaki sendiri asal pemimpin sekarang tidak keburu nafsu, urusan pangan Indonesia sebenarnya sanggup mencukupi kebutuhan rakyatnya sendiri, begtiu juga urusan sandang dan kebutuhan pokok lainnya untuk rakyat sudah melebihi kebutuhan asal di kelola dengan baik dan benar.
Selama ini kekurangan negri ini terletak pada industri maju lainnya, indonesia banyak belum mampu membuat produksi tertentu sehingga mau tidak mau harus mengimport dari luar, dan pada akhirnya terciptalah ketergantungan pada pihak luar. Kekurangan lain juga adalah di mana masih banyak aset rakyat yang belum sepenuhnya di kelola oleh pemerintah, entah karena alasan apa sehingga banyak aset negara yang seharusnya menjadi kekuatan negara dalam bidang ekonomi justru di kuasai oleh pihak asing dan luar.
Sebagian pihak yang di untungkan dengan melemahnya rupiah adalah para pengexport barang-barang kekaya'an alam indonesia yang notabane adalah orang asing, mereka akan dapat menekan biaya pengeluaran sementara penghasilan tetap menguntungkan jika di dollar kan, memang para pengusaha pengexport mungkin adalah pihak-pihak yang di untungkan dengan menguatnya dollar entah pengusaha dalam negri atau luar negri, sayangnya barang-barang hasil produksi dalam negri masih belum mampu bersaing di luar sana sebagiannya. Jika sebagai negara pengimport maka indonesia akan mengalami keanjlokkan dalam ekonomi maka lainnya cerita seandainya indonesia sebagai negara pengexport hasil produksi mungkin akan menjadi negara yang di untungkan.
Pengusaha Lokal bisa jadi salah satu pihak yang akan di untungkan dalam hal ini, dollar malambung tinggi biaya import daging naik dan alhasil harga daging naik maka lain ceritanya bagi peternak lokal yang mungkin awalnya tidak di pandang dengan kedua mata oleh pemerintah, mereka panin karena otomatis harga daging lokal juga bisa naik bahkan bisa saja menjadi tuan di negri sendiri jika pemerintah sedikit menekan import dari luar, begitu juga petani lokal dengan beras lokal secara otomatis terus naik hanya saja masyarakat yang di luar itu akan mengalami peciklik, nasib PNS bagai mana yang menerima gajih pemerintah sementara keuangan pemerintah banyak tersedut yang lainnya akiat inflasi rupiah, mereka harus membeli dengan harga yang woowww semua kebutuhan hidup.
Catatan Kang Ais
Segelentir orang yang tidak merasakan dampak melemahnya rupiah adalah masyarakat pinggiran negri indonesia ini, semua barang import di pastikan naik namun tidak berlaku bagi rakyat di daerah-daerah bukan harga tidak naik namun karena barang-barang import tersebut tidak sampai ke daerah-daerah selama ini, apakah daging import juga di perjual belikan di pelosok kalimantan, papua dll jawabnya hampir tidak karena mereka hampir rata-rata masih mengandalkan daging lokal dari kemarin-kemarin, urusan pangan juga begitu mereka hampir rata-rata tidak mengenal beras import karena beras yang beredar di daerah rata-rata adalah beras lokal yang di hasilkan petani setempat. Kebanyakan rakyat di pinggiran negri acuh tak acuh dengan melemahnya rupiah bukan tanpa alasan, hal tersebut di karenakan maju mundur nya perekonomian negri ini hampir tidak begitu di rasakan rakyat pinggiran negri, mereka seperti rakyat auto pilot yang perekonomian nya berputar secara sendiri dan terpisah dari kebijak-kebijakan pemerintah pusat, ya mungkin kampung halaman mereka tidak di penuhi gedung-gedung tinggi ...tapi merekalah rakyat paling mandiri di negri ini.

Post a Comment