Negri ku sayang, rakyat ku makmur hanya wacana, ops ... ada berita terbaru katanya ada larangan menghina presiden yah, yo wes ... saya sepakat menghina bukan solosi kalau kretik boleh dong, saya sedikit heran juga sebenarnya dengan pemerintah sekarang yang banyak berbicara wacana dan rencana padahal rakyat sedang sekarat, yang di butuhkan adalah solosi bukan sekedar wacana ajah, rakyat secara umum tidak butuh banyak insya Allah, lapangan kerja yang cukup dengan penghasilan yang sesuai kebutuhan, cuman itu kaga lebih tapi kayaknya sulit banget yah di lakukan, apa karena kebanyakan orang pintarnya.
Saya memang bukan pakar ekonom, bukan juga pakar politik jadi misalnya ada yang tidak sependapat dengan opini saya ya silahkan, hargailah pendapat orang lain ya .. ya ..yaa jangan teriak " Siapa elo ? cuman bisanya kritik tapi kaga bisa melakukan apa pun, siapa elo yang cuman bisa menyalahkan pemerintah, memimpin negri dengan ratusan juta manusianya bukan hal yang mudah loh " .. Iya engkong kita juga sudah ngajarin yang begituan, jadi kaga usah teriak begitu juga kilesss, sebagai rakyat jelata tugas kita cuman mengawal pemerintahan, mengkritik pemerintah adalah hal yang wajar dan bisa di maklumi bahkan tanpa kritikan dari masyarakat pemerintah tidak akan maju jadi kritikan bagian dari simulasi tatanan menuju yang lebih baik juga.
Ada beberapa poin yang akan saya paparkan, seperti stop membuat wacana dan rencana hanya sekedar pencitra'an, stop membanding-bandingkan rumah sendiri dengan halaman orang lain, stop menebar janji yang hanya menyakitkan.
Dari sana sebenarnya sudah kita fahami bahwa memperlakukan rakyat Indonesia akan berbeda dengan rakyat barat, rakyat timur terkenal santunnya namun bisa beringas bila hak-haknya di abaikan, pemerintah harus belajar bahwa rakyat indonesia mengaliri dan mewarisi jiwa pejuang pendahulunya yang tidak rela sebuah kesalahan dalam sudut pandangnya.
Cuba saya umpamakan kebijakan ekonomi yang katanya pro rakyat, kita tidak akan jauh-jauh di mana di negri yang sekarang baru berkembang mayoritas masyarakatnya adalah masyarakat kelas menengah ke bawah, mayoritas penduduk indonesia adalah muslim, lalu kenapa kebijakan ekonomi kapitalis ala barat yang mensahkan system bunga di berlakukan, bantuan permodalan menggunakan system pinjaman dengan bunga bukan kah itu bertentangan dengan ideologi masyarakat setempat karenanya sudah pasti system tersebut akan lambat dan tidak optimal, karena saya juga bingung bagaimana bisa kebijakan yang bersebarangan dengan ideologi masyarakat setempat akan bisa berjalan dengan baik. Kurang pas sepertinya jika pemerintah memaksakan kebijakan-kebijakan yang bertentangan dengan budaya. ideologi masyarakat setempat, cubalah menyesuaikan dengan apa yang di butuhkan masyarakat.
Saya memang bukan pakar ekonom, bukan juga pakar politik jadi misalnya ada yang tidak sependapat dengan opini saya ya silahkan, hargailah pendapat orang lain ya .. ya ..yaa jangan teriak " Siapa elo ? cuman bisanya kritik tapi kaga bisa melakukan apa pun, siapa elo yang cuman bisa menyalahkan pemerintah, memimpin negri dengan ratusan juta manusianya bukan hal yang mudah loh " .. Iya engkong kita juga sudah ngajarin yang begituan, jadi kaga usah teriak begitu juga kilesss, sebagai rakyat jelata tugas kita cuman mengawal pemerintahan, mengkritik pemerintah adalah hal yang wajar dan bisa di maklumi bahkan tanpa kritikan dari masyarakat pemerintah tidak akan maju jadi kritikan bagian dari simulasi tatanan menuju yang lebih baik juga.
Ada beberapa poin yang akan saya paparkan, seperti stop membuat wacana dan rencana hanya sekedar pencitra'an, stop membanding-bandingkan rumah sendiri dengan halaman orang lain, stop menebar janji yang hanya menyakitkan.
Stop Wacana dan Rencana
Kenapa pemaparan wacana dan rencana kurang baik menurut saya ? Pertama yang saya maksud adalah sebuah wacana dan rencana yang di hamburkan kesana kemari kayak lagi mencari alamat lagunya ayu tingting, kita orang timur dengan budaya orang timur dan cara berfikirnya ketimuran, sudah bahkan sering dengar dong " Tong kosong nyaring bunyinya " itu bukan sekedar pribahas loh, namun sudah menjadi pemikiran dimana orang timur kurang suka dengan wacana yang berlebihan atau rencana yang seabrik-abriknya, pemerintah baiknya jangan nyaring bunyinya bicara di media berapi-api kayak gunung mau meletus ajah kalau kaga terlaksana atau lambat terlaksana sementara rakyat menunggu yang ada rencana bapak-bapak hancur karena kehilangan kepercaya'an rakyat, rakyat akan bilang ahhh " Tong Kosong ". Rakyat timur kayak Indonesia ini kalau sudah tidak percaya maka akan minim mendukung bapak-bapak pemerintah, yang kesulitan kalau tidak di dukung siapa ? ya bapak-bapak juga kan.
Jangan Bandingkan Masyarakat Timur Dengan Masyarakat Di Luar Sana
Ci eleh kalau kita lihat kebijakan pemerintah sekarang selalu menjadikan orang luar sebagai acuan percontohan, contoh saja kebijakan ekonom yang selalu bersumber rujukan ekonomi dunia terlebih negara-negara maju, selalu mengambil ideologi barat dalam membangun masyarakat indonesia, membandingkan dengan negara maju seperti jepang, china, USA atau lainnya, padahal kita indonesia yang problematikanya berbeda, seharusnya kalau kita contoh di bidang medis kalau beda penyakit maka beda pula obatnya.Dari sana sebenarnya sudah kita fahami bahwa memperlakukan rakyat Indonesia akan berbeda dengan rakyat barat, rakyat timur terkenal santunnya namun bisa beringas bila hak-haknya di abaikan, pemerintah harus belajar bahwa rakyat indonesia mengaliri dan mewarisi jiwa pejuang pendahulunya yang tidak rela sebuah kesalahan dalam sudut pandangnya.
Cuba saya umpamakan kebijakan ekonomi yang katanya pro rakyat, kita tidak akan jauh-jauh di mana di negri yang sekarang baru berkembang mayoritas masyarakatnya adalah masyarakat kelas menengah ke bawah, mayoritas penduduk indonesia adalah muslim, lalu kenapa kebijakan ekonomi kapitalis ala barat yang mensahkan system bunga di berlakukan, bantuan permodalan menggunakan system pinjaman dengan bunga bukan kah itu bertentangan dengan ideologi masyarakat setempat karenanya sudah pasti system tersebut akan lambat dan tidak optimal, karena saya juga bingung bagaimana bisa kebijakan yang bersebarangan dengan ideologi masyarakat setempat akan bisa berjalan dengan baik. Kurang pas sepertinya jika pemerintah memaksakan kebijakan-kebijakan yang bertentangan dengan budaya. ideologi masyarakat setempat, cubalah menyesuaikan dengan apa yang di butuhkan masyarakat.
Jangan Memberi Janji-Janji Yang Elok Kalau Belum Pasti Bisa
Masyarakat kita adalah masyarakat sekarat dalam kata arti membutuhkan segera, segera berantas kebodohan, segera berantas kemiskinan karena itu jika di kasih janji mereka akan menunggu dan menuntut kepada anda, mereka akan menagih janji-janji tersebut sementara kalian pemerintah juga belum bisa memastikan apakah janji tersebut bisa di laksanakan, padahal satu sisi rakyat menunggu hal itu sangat riskan menciptakan ketidak percaya'an rakyat yang akan berdampak kurang harmonisnya rakyat dengan pemimpin-pemimpin nya, karena itu jangan salahkan rakyat yang mengumpat bahkan sampai menghina segala, walau saya juga tidak sependapat dengan kata-kata hina'an tapi tetap berusaha untuk kritis dengan pemerintah.
Post a Comment