Mau kawin ? hihi ... Salah satu penomena belakangan ini adalah kalau mau kawin harus kaya, minimal punya kerjaan mapan dengan penghasilan yang lumayan lah, dan bla bla lain nya, salah satu yang boleh lah saya bilang sangat memberatkan para remaja untuk menikah yah ... bagai mana pun ini adalah sebuah penomena cara berfikir masyarakat kita loh.
Tidak salah sebenarnya kalau mau nikah harus kaya lebih dahulu, bahkan sangat baik koq insya Allah, namun apa jadi kalau itu harus menjadi keharusan layaknya aturan yang tidak tertulis di kalangan masyarakat kita, emmm padahal negri ini masih banyak anak muda yang belum kaya, apa mereka tidak boleh kawin ?
Eseng mampir ke sebuah tanggapan masyarakat, ada yang bilang kalau mau kawin atau cari pasangan tepatnya nyari suami itu yang mapan dengan pendidikan yang bagus sebagai sarjana balabla bahkan penghasilan yang lumayan, alasan nya sederhana biar masa depan cerah kayak matahari, kita paham lah setiap orang pastinya berharap bahwa putrinya mendapatkan pasangan hidup yang bisa menjamin kehidupannya kelak namun menjadikan penghasilan dan pekerjaan sebagai tolak ukur utamanya saya rasa kurang tepatnya, ada banyak yang melatar belakangi kehidupan bahagia sebuah keluarga, pekerjaan yang mampu menghidupi keluarga dan juga budi pekerti setiap psangan atau bahasa religi nya akhlaq yang baik.
Anda sebenarnya bisa membayangkan bahwa sejatinya semapan apa pun seorang calon kepala keluarga bukan lah jaminan akan kebahagian dari sebuah keluarga, namun sikap lah yang sangat menentukkan, sikap bertanggung jawab sikap menghargai pasangan adalah inti dari kehidupan berumah tangga, dengan pekerjaan yang menjanjikan tidak akan lebih baik tanpa sebuah watak dan sikap bertanggung jawab dari yang mempunyai diri.
Apalagi dogma agama yang menyebutkan bahwa orang yang membangun sebuah rumah tangga akan lebih mudah mendapatkan rejekinya sendiri, hal tersebut karena di sadari dengan sikap bertanggung jawab dari sang suami sebagai kepala keluarga, karena itu pula ahlaq dan budi pekerti sangat di tekan kan dalam mencari calon suami bukan apa dan berapa penghasilan nya.
Tidak salah sebenarnya kalau mau nikah harus kaya lebih dahulu, bahkan sangat baik koq insya Allah, namun apa jadi kalau itu harus menjadi keharusan layaknya aturan yang tidak tertulis di kalangan masyarakat kita, emmm padahal negri ini masih banyak anak muda yang belum kaya, apa mereka tidak boleh kawin ?
Eseng mampir ke sebuah tanggapan masyarakat, ada yang bilang kalau mau kawin atau cari pasangan tepatnya nyari suami itu yang mapan dengan pendidikan yang bagus sebagai sarjana balabla bahkan penghasilan yang lumayan, alasan nya sederhana biar masa depan cerah kayak matahari, kita paham lah setiap orang pastinya berharap bahwa putrinya mendapatkan pasangan hidup yang bisa menjamin kehidupannya kelak namun menjadikan penghasilan dan pekerjaan sebagai tolak ukur utamanya saya rasa kurang tepatnya, ada banyak yang melatar belakangi kehidupan bahagia sebuah keluarga, pekerjaan yang mampu menghidupi keluarga dan juga budi pekerti setiap psangan atau bahasa religi nya akhlaq yang baik.
Anda sebenarnya bisa membayangkan bahwa sejatinya semapan apa pun seorang calon kepala keluarga bukan lah jaminan akan kebahagian dari sebuah keluarga, namun sikap lah yang sangat menentukkan, sikap bertanggung jawab sikap menghargai pasangan adalah inti dari kehidupan berumah tangga, dengan pekerjaan yang menjanjikan tidak akan lebih baik tanpa sebuah watak dan sikap bertanggung jawab dari yang mempunyai diri.
Apalagi dogma agama yang menyebutkan bahwa orang yang membangun sebuah rumah tangga akan lebih mudah mendapatkan rejekinya sendiri, hal tersebut karena di sadari dengan sikap bertanggung jawab dari sang suami sebagai kepala keluarga, karena itu pula ahlaq dan budi pekerti sangat di tekan kan dalam mencari calon suami bukan apa dan berapa penghasilan nya.

Post a Comment