Sebuah postingan di sebuah halaman blog adalah sebuah karya yang mungkin saja tidak mudah
untuk membuatnya, bahkan jika di buat oleh seorang ahli tata bahasa sekalipun. Sebagai seorang
blogger saya pun banyak melakukan beberapa diskusi dengan sejumlah pegiat blog, dari yang
seniur hingga yang pemula, banyak yang mengakui bahwa membuat sebuah postingan bukanlah
sesuatu hal yang mudah, anda bisa bayangkan bagaimana seorang blogger harus mengumpulkan
data-data yang bisa di perpegangi untuk menciptakan satu buah postingan.
Melakukan copy paste tanpa ijin bukan hanya menciptakan budaya mencuri kekayaan intelektual
tapi justru menciptakan sebuah budaya saling menzholimi antar sesama blogger, seharusnya kita
sadar betul bagai mana rasa lelah menemukan ide kemudian menuangkan nya ke dalam bentuk
postingan artikel blog, karena saya rasa orang yang melakukan pengcopy paste'an pun berawal dari
susahnya menemukan ide-ide tulisan dan merangkainya menjadi sebuah susunan kalimat yang logis
dan mudah di fahami dan sebagiannya agar lebih seo frendly bagi search engine.
Budayakan menulis semua kalimat anda sendiri untuk mengasah kemampuan kita sendiri dalam hal
tulis baca, menulis semua ide yang ada di kepala kita dan membaca semua informasi serta data-data
yang di butuhkan untuk sebuah postingan artikel, karena itu berhentilah kawan untuk melakukan
copy paste terhadap karya postingan orang lain, karena semua itu akan menciptakan efek yang
buruk bukan hanya pada karya tulisan orang lain namun juga bagi yang ampunya diri atau pelaku
copy paste.
Budayakan sikap menghargai karya orang lain dalam sebuah artikel postingan blog, karena bagai
mana pun anda tidak akan pernah bisa di hargai oleh orang lain jika kemudian anda sendiri tidak
mau menghargai artikel atau karya orang lain. Sejatinya kita harus menciptakan persaingan yang
sehat dalam mengelola artikel postingan halaman blog, jangan pernah melakukan hal-hal yang di
anggap akan mencederai nama baik brand blog kita sendiri seperti melakukan copy paste tanpa
seijin penulis awal.
Menulis adalah langkah awal dari kekayaan intelektual yang baik, menciptakan sebuah karya intelek bukan hal yang mudah, di butuhkan banyak proses dalam mencapai semua keberhasilan yang di dapat oleh seorang penulis aktif. Nah maka bisa anda bayangkan bukan .... bagai mana rasanya jika kemudian hasil dari karya tulisan anda di caplok orang lain hanya dengan dengan dua klik copy dan paste. Menulis akan mengasah kemampuan cara kita berfikir dan mengambil intisari dari semua pengetahuan yang lama di pelajari, karena itu berhentilah melakukan copy paste terhadap postingan orang lain, karena hal tersebut sangat jauh dari etika penulisan naskah, artikel dll.
Menulis adalah langkah awal dari kekayaan intelektual yang baik, menciptakan sebuah karya intelek bukan hal yang mudah, di butuhkan banyak proses dalam mencapai semua keberhasilan yang di dapat oleh seorang penulis aktif. Nah maka bisa anda bayangkan bukan .... bagai mana rasanya jika kemudian hasil dari karya tulisan anda di caplok orang lain hanya dengan dengan dua klik copy dan paste. Menulis akan mengasah kemampuan cara kita berfikir dan mengambil intisari dari semua pengetahuan yang lama di pelajari, karena itu berhentilah melakukan copy paste terhadap postingan orang lain, karena hal tersebut sangat jauh dari etika penulisan naskah, artikel dll.
Budaya Menyertakan Sumber Data Adalah Ciri Artikel Berkualitas
Jika anda termasuk orang yang menyukai membaca banyak buku dari penulis terkenal atau sebuah
makalah-makalah maka mungkin sering kalian temukan ada sisi yang jarang di temukan oleh
penulis artikel blog, yaitu sumber data atau daftar pustaka. Jujur saya sendiri jarang melihat adanya
sumber artikel dari data yang valid padahal bisa jadi hal itu akan sangat berguna bagi pengunjung
blog dan pastinya akan menaikkan tingkat kualitas postingan-postingan blog.
Banyak yang berasumsi bahwa sebuah artikel yang ada di sebuah postingan blog bukan lah data-
data yang formal sehingga beberapa kode etik dalam penulisan sedikit di abaikan, padahal tidak ada
salahnya jika kita menjalankan etika tersebut semisal memasukkan daftar pustaka di postingan
tersebut kecuali sebuah opini pribadi seperti artikel postingan saya sa'at ini.
Sebenarnya ini adalah sebuah delima di mana sikap egoisme dari seorang blogger untuk
memunculkan namanya dalam daftar blogger-blogger pepoler sehingga secara sepintas kita akan
berfikir jika kita memasukkan sejumlah nama atau sumber data hanya akan menguntungkan si nama
dan sumber berita tersebut, dan kita hanya akan kebagian sebagai seorang publiser. Sebenarnya bisa
kita pastikan bahwa seorang penulis kadang namanya akan terdengar lebih pepoler dari seorang
pemikir karena tata bahasa yang mereka gunakan lebih mendalam dan jelas serta menyenangkan
untuk di baca, sementara si pemikir kurang mampu menjelaskan apa-apa yang menjadi ide-idenya.
Di sanalah sebuah fakta bahwa memuat sumber sebuah ide tidaklah hal yang buruk jika kita
terapkan dalam penulisan sebuah artikel postingan blog.

Post a Comment