Koplak mungkin saja postingan ku ini, bukan bertujuan mengeritik pemerintah yang ada bukan pula menghujat orang yang berkecimung dengan dunia pendidikan bukan itu maksud postingan ku .. ini hanya postingan super koplak yang pernah aku tulis " Saat Pendidikan Tidak Lagi Berpihak Pada Yang Miskin " anda pasti tahu dan memahami bahwa kehidupan sejatinya sangat erat dengan pendidikan yang di terima oleh orang yang hidup di dunia kehidupan yang di jalaninya.
Koplak banget rasanya jika kita menatap fakta nyata yang ada di kalangan masyarakat kita, saat kesenjangan ekonomi yang terjadi di negri ini semakin di perparah oleh kebijakan dari pemangku kepentingan yang salah menempatkan sebuah kenyataan berdasarkan sebatas teori yang justru bertulak belakang dengan fakta yang terjadi.
Apa anda generasi yang mulai mencari kehidupan sendiri ? jika iya pernah donk dengar betapa susahnya mencari penghasilan yang beroraintasi dengan bekerjaan yang layak jika tidak di iringi dengan pendidikan berjenjang secara formal, haha buru-buru jadi pegawai negri atau kerja di perusahaan sebagai pekerja yang layak dengan gajih yang mencukupi, bahkan menjadi seorang CS atau tukang bersih-bersih saja harus berorintasikan pendidikan formal , lihat donk di terima pegawai tukang pil lantai dengan syarat minimal pendidikan SMA/sederajat begitulah syarat yang di patuk oleh para perusahaan padahal cuman bersih-bersih kerjaan nya , orang kaga sekolah juga sebenarnya bisa ngerjain nya. Benar kaga ?
Saat keadaan tersebut menuntut lalu bagai mana yang dulu mereka terlahir sebagai sebuah generasi yang orang tuanya bukanlah orang yang mampu menyekolahkan anaknya ke jenjang sekolah-sekolah tersebut, sebut saja anak tukang becak, anak tukang tambal ban, anak buruh serabutan yang cukup penghasilannya untuk makan sehari-hari, terbayang donk ternyata pada kenyataannya sebuah generasi miskin akan melahirkan sebuah generasi miskin pendidikan secara formal yang pada akhirnya mengingat berlakunya syarat pendidikan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak maka lahirlah generasi miskin yang melahirkan generasi miskin pula, lalu di mana pemangku kebijakan yang katanya perduli rakyat kecil ? Ahhh kayaknya perduli orang kecil hanya slogan yang basi tanpa makna!!! Kapitalis tetap lah kapitalis yang hanya akan menciptakan sebuah dogma turunan yang kaya akan melahirkan generasi kaya sementara yang miskin akan melahirkan generasi miskin pula.
Pada akhirnya masyarakat miskin tersebut akan menciptakan sebuah generasi auto pilot yang ada atau pun tiada pemimpin di negri ini toh mereka sama saja harus berjuang sendiri untuk bertahan hidup, keridit rumah bulsyett ... pinjaman modal juga bulsyet kalau pada akhirnya harus mempunyai jaminan penghasilan sekian-sekian di serta slip gajih , mana ada tukang ojek punya slip gajih, palingan juga keridit rumah tersebut di peruntukkan buat PNS yang mereka memang mempunyai penghasilan tetap plus slip gajih ... orang tuanya yang kaya dan mampu menyekolahkan anaknya menjadi sarjana hingga mempunyai kesempatan menjadi PNS pasti tersenyum toe sementara abang becak tetap saja akan mendidik anaknya untuk bertahan hidup dengan segala cara. Ahhh kesenjangan ekonomi makin parah ternyata.
Pendidikan yang berlandaskan ekonomi dan ekonomi yang berlandaskan pendidikan ternyata menciptakan kesenjangan ekonomi yang makin hari makin dalam , deskriminasi makin meraja lela tanpa di sadari gito loh ...

Post a Comment