Sebut saja ini adalah pengalaman seorang anak desa yang kurang pengalaman dalam mengurs banyak keperluan hidup, Nama  Selamat Rifani kelahiran 20 tahunan silam, tepatnya tahun 1988 aku menghirup udara pertama kalinya yang di mana aku di lahirkan di sebuah kota kecil jika di banding kota-kota ibu kota provinsi atau kota besar lainnya yang ada di indonesia, kandangn salah satu kota kecil sebagai ibu kota sebuah kabupaten di kalimantan selatan, walau kota ku kota kecil tapi bukan berarti kota baru kemarin sore karena kandangan juga termasuk kota bahari jika di banding dengan kota yang ada di kalimantan, suasana yang asri karena pemerintah kabupaten memang sangat mempertahankan nuansa adem dan nyaman sebagai salah satu kota yang menjadi pintu gerbang wisata pegunungan meratus di kalimantan, sebagai kota kecil maka sudah pasti terkadang perkembangan informasi dan lainnya sedikit tertinggal jika di banding kota-kota yang menjadi pusat provinsi seperti Banjarmasin.
Tanpa terkecuali tempat-tempat yang bisa di manfaatkan oleh masyarakat setempat, misalnya mall belum ada di kota ku bahkan sampai artekal ini aku tulis, Fakultas juga masih bisa di hitung dengan jari itu pun masih menjadi cabang dari universitas yang ada di ibu kota provinsi, bahkan perbank kan masih sedikit jarang, sekitar 1-3 buah bank nasional yang membuka cabangnya di kota ku, salah satu bank yang membuka anak cabangnya adalah BNI46 yang tidak jauh dari terminal kota.

Gugup Menginjakkan Kaki di BNI.

Internat saat itu baru mulai di gunakan oleh orang banyak, sekitar tahun 2005an memang jaringan internet baru banyak di kenal dan di gunakan oleh masyarakat khususnya di kota ku, begitu pula dengan aku, sebagai salah satu alumni di sebuah sekolah swasta yang ada di kandangan secara pribadi aku tidak tertarik menggunakan jaringan internet untuk main-main seperti yang di lakukan kebanyak anak seusia ku, secara jujur aku akui ketertarikan ku dengan dunia bisnis dan masa depan sangat besar, hal itu dapat di lihat dengan sejumlah sertifikat pelatihan dan kursus yang ku ikuti misalkan perbengkelan pernah aku ikuti bahkan sampai pelatihan pengrajin lemari dll. Karena memang internet saat itu sedang bomming maka aku pun ikut ambil bagian di sana hanya saja bukan untuk sekedar mengakses media sosial atau sejenis, tapi cendrung browsing soal peluang usaha bahkan mengelola halaman blog, ada banyak halaman blog yang aku kelola pada waktu bahkan saat yang lain masih belum terlalu mengenal bisnis periklanan di halaman blog, aku sudah mencatat sebagai seorang publisher iklan adsense yang di kelola google, di bayar pakai dollar loh…

Dari kesibukan sebagai seorang blogger lah aku mengenal rekening bank, mau bagai mana lagi untuk mendapatkan alamat domain blog aku harus membayar ke penyedia domain dan itu hanya bisa aku lakukan menggunakan transfer via bank, dan itu adalah pengalaman aku membuka akun rekening di bank, pilihan pada saat itu jatuh ke BNI mengingat nama besar mereka yang hampir ada bahkan di gunakan di mana saja, pertama kali masuk ke dalam ruang perbank kan rasa dag dig dug juga maklum untuk pertama kali nya bahkan tanpa di temani orang yang berpengalaman untuk mengurus yang begituan.

Kata orang bersikaplah santai dan jangan terkesan memalukan adalah hal yang ku ingat, tahu tidak siapa orang bank yang pertama aku temui ? … Teller Bank, Hahaha jangan anggap aku sekonyol itulah, walau begini aku juga masih mampu menebak langkah apa yang harus aku kerjakan, satpam atau security bank adalah orang pertama yang aku temui, kalau kalian ingin membuka rekening jangan malu untuk bertanya kepada security bank, apalagi yang menjadi security BNI saat itu lumayan ramah, sepertinya security di BNI bukan sekedar jaga keamanan tapi juga penunjuk informasi, dari pak security maka tahulah kita mana meja Costomer Service Bank, jadi intinya membuka rekening di bank untuk pertama kali bukan lah hal menakutkan karena kita yang baru saja akan membuka rekening di bank pasti akan di layani, pelayanan di BNI46 menurut ku sangat ramah, dari pak security sampai mbak CS nya sangat lah ramah padahal saat itu aku berniat bertanya terlebih dahulu apa saja syarat-syarat membuka rekening di BNI.

Terpincut Senyuman Costomer service.

Pengalaman Seru Membuka Rekening BNI
Dari awal memang aku berniat bertanya bagaimana cara membuka rekening bank di BNI, bahkan aku belum tahu syarat apa saja agar di terima, mungkin kah akan ada syarat yang macam-macam. Tapi justru entah bagai mana ceritanya, apakah karena memang keramahan orang BNI atau senyuman manis mbak Costomer Service aku justru keluar dari bank sudah memegang kartu ATM serta buku tabungan, Sttt jangan bilang kalau aku mengakui mbak nya manis banget di antara senyuman ramahnya. Itu adalah buku tabungan pertama ku yang aku gunakan hingga kini aku pun menjadi nasabah tetap BNI walau pindah ke Banjarmasin setelah menikah, di Banjarmasin sudah pasti BNI bukan lagi satu-satunya bank bertaraf nasional yang kita temukan hanya saja aku terlanjur nyaman menggunakan BNI sebagai alat transaksi ku hingga sekarang.

Sebagai seorang yang aktif di dunia internet aku memang sangat membutuhkan no rekening untuk keperluan pekerjaan ku di dunia internet, selain BNI46 jujur aku juga mempunyai no rekening bank lokal yang beroperasi di daerah ku, hal itu karena memang pemerintah setempat memberlakukan ke wajiban kepemilikan no rekening untuk pembayaran gajih istri ku yang kebetulan kerja di salah satu instansi pemerintahan, sementara untuk pekerjaan dan bisnis BNI menjadi pilihan ku.

Artekal ini di buat sebagai wujud terima kasih saya kepada BNI46 yang sudah banyak membantu saya sebagai seorang blogger, semoga BNI makin jaya.